Saya Kembali :)

Diposting oleh Vilian pada 05:21, 31-Agu-12

Apa kabar sobat MWB sekalian?

Wah rasanya sudah lama sekali nih saya nggak update yaa. Sebelumnya mohon maaf lahir dan batin nih bwt sobat2 MWB skalian semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan kemaren dpat berkah (Amin)

Udah 1 bulan lebih nih saya absen dri dunia blog dikarenakan lg maless apalagi di bulan puasa inspirasi pada kabuur,,yg ada malah inspirasi soal mkanan,, hahaah mrgreen

Mungkin bnyak skali nih blog2 sobat yg ketinggalan saya kunjungi, maka dari itu saya minta maaf yaa kan masih dlam suasana idul fitri mrgreen

Okeh mungkin itu aja dulu dah sapaan saya stelah sekian lama hilang dari kerajaan MWB,,hehe

Sekarang waktunya berkunjung,, see yaa mrgreen

Angin dan Pasir (Story Part IV)

Diposting oleh Vilian pada 05:29, 24-Jul-12

Tak kan pernah ada lg kata kita,

Angin akan trbang bebas dan pasir tetap menjadi butiran yg terlupakan....

Pasir kecil mendengar tentang kehadiran sang Bunga, hatinya pedih ia tak mampu menerima ada sosok lain di sisi sang Angin.

Dengan bekal keyakinan di dalam hati ia pergi ingin melihat sndiri apa yg trjadi dgn sang angin dan bunga,

Jalan yg ditempuh nya begitu sulit, ia hanya pasir kecil yg datang mncari kekasihnya dgn bekal keyakinan di dalam hati bhwa Angin tak akan meninggalkannya.

Di suatu taman yg indah ia mendengar suara riang gembira, hatinya tergerak mengikuti suara itu, ia merasakan kehadiran Angin disana dan benarlah dilihatnya Angin tengah bermain2 dengan Bunga yg indah, bunga itu sungguh cantik mahkotahnya brwarna ungu menawan dgn kelopak yg sungguh indah.

Dari jauh pasir kecil terkagum melihat keindahan yg trjadi di dpan matanya, Angin yg menerbangkan bunga sungguh indah pikirnya namun sesuatu trjadi dlam benaknya.

sesuatu itu begitu menyakitkan, sekarang baru ia trsadar bhwa dirinya bknlah siapa2, tak pantas bermain2 dgn sang Angin, tak pantas bersama dgn Angin, ia sadar bahwa ia hanya butiran pasir yg tak seindah bunga, hatinya bgitu terluka ia tau bahwa seharusnya dari dulu ia tak izinkan rasa itu datang padanya, menyapanya dgn cinta dan skrg melukainya dgn teramat dalam.

Ia tertunduk, masih teringat jelas di benaknya bagaimana angin brjanji padanya, bagaiman angin yg ciptakan lagu cinta untuknya, bagaimana angin yg selalu berikan harapan padanya.

Sekilas ia teringat bagaimana bahagianya dia saat bersama angin bagaimana angin yg selalu membuatnya tertawa, sungguh pedih hatinya melihat dgn jlas bhwa sekarang angin tlah bersama sesuatu yg lbih indah, ia sadar tak kan prnah bisa menyaingi sang bunga.

Kepedihan itu semakin menyiksanya saat ia mengingat bgaimana ia yg selalu menunggu angin, brharap angin datang menemuinya, ia yg selalu dan terus menunggu dlam asa dan harapan nya, kini sesuatu yg ia tunggu tak lg bisa brsamanya tak lg bisa ia dekap, sia2 ia menunggu sia2 sudah semua rasa yg ia jaga selama ini sekarang dirinya tenggelam dlam luka dan perasaan yg siap membunuhnya.

Dalam lamunannya tanpa ia sadari bhwa sang angin telah melihatnya, angin menatapnya dalam2 dri kejauhan seolah ingin ucapkan kata pisah, pasir kecil tak mampu mendengar apa yg klak akan di ucapkan oleh angin, ia tak sanggup dgn mata yg senduh ia pergi, terjatuh terjatuh dan terjatuh ia berlari ,ia tak ingin angin mengejarnya dan mengatkan apa pun.

Ia biarkan dirinya pergi tanpa ada sepatah katapun dari angin, tanpa pnjelasan apa pun dari angin, ia tetap berlari hingga ia merasa ckup kuat utk bertahan, hatinya telah di penuhi rasa luka, ia tak tahu mengapa angin menatapnya sperti itu, ia tak tahu apa yg ingin angin ucapkan nmun ia tahu bhwa angin pasti ingin tinggalkan dirinya, ia tak mampu mndengar kata2 itu sungguh tak mampu,

Ia melihat ke belakang tak ada angin yg mngejarnya, sesungguhnya banyak yg ingin ia tanyakan pada sang angin, mengapa angin pergi begitu saja? Mengapa angin selalu memberinya harapan? Apakah angin benar2 telah melupakan dirinya? Apakah angin tak ingin melihatnya lg?

Baginya tak pernah lg ada kisah antara dirinya dan angin, tak ada lg cerita keduanya, pasir kecil tahu bhwa ia bknlah yg angin inginkan tak pantas bersama.

Dalam lukanya ia perlahan bangkit dan berusaha mnjadi lebih kuat, baginya biarlah semua akan mnjadi tanda tanya, biarlah wktu yg akan mengungkapkan atau tetap menyembunyikan prtanyaan itu.

Sekarangpun pasir kecil tetap menunggu, tp bukan lg menunggu sang Angin melainkan menunggu kebahagiaan lainnya yg akan datang pada dirinya hingga tuhan memanggilnya dan berkata 'WAKTUNYA PULANG"

Sajak Sebelum Minum

Diposting oleh Vilian pada 07:27, 18-Jul-12

AIR ,, Semua butuh air, manusia perlu air, hewan butuh air, tumbuhan perlu air.

Siang butuh air, malam butuh air, sore butuh air, sepanjang hari butuh air.

Anjing butuh air, kucing butuh air, burung butuh air, semut butuh air, ikan butuh air,singa butuh air, kodok butuh air.

Bumi butuh air, planet butuh air, Langit menydiakan air.

Air air air air air air air air air air air air air air air air air air air,

Semua membutuhkannya.

Nb: Postingan Admin yg lagi stress mrgreen

Sajak Luka

Diposting oleh Vilian pada 12:15, 15-Jul-12

Waktu Berganti...

Hari Berganti...

Musim Berganti...

Semua berganti...

Namun aku tetap disini, menatap tajam waktu yg permainkan aku, memandang sebuah bayangan yg hampir trlupakan.

Hujan isyaratkan isi hatiku yg semakin dalam, hingga aku terperosok jauh ke dalam masa yg tak bisa ku kendalikan,

Oh hujan, jika engkau mampu bisikkan, jika engkau mampu mnjadi malaikat cintaku, sampaikan segala sesuatu yg tak bisa ku sampaikan padanya.

Aku menangis di tengah rintikmu, aku menahan pedih yg tak sanggupku tahan, menahan fatamorgana yg silaukan mataku.

Hatiku pecah, jantungku pecah, lambungku pecah, paru2ku pecah, ususku pecah, hidup bagai tak hidup menahan pedih yg semakin dalam semakin menyiksa.

Tangisan yg tertahan begitu pedih dari pada menangis meraung-raung, air mata selalu bisa tunjukkan maknanya, menahan yg harus ditahan, melupakan yg harus dilupakan, mnjadi satu dalam ribuan kata.

Kau adalah ribuan kata, ribuan puisi yg tak bisa kuucapkan yg tak bisa kupandang dan tak bisa ku ungkapkan namun kau mempunyai makna yg tak bisa ku terjemahkan.